Oleh: Radumta Sitepu | Oktober 11, 2008

Seminar Sehari Bertemakan Harapan Para Pengangguran

Kisah ini terjadi dimasa lampau, kira-kira satu tahun yang lalu, di mana ribuan penganggur, berkumpul di suatu ruangan yang luas. Tepatnya di sebuah ruang seminar di salah satu hotel terkenal di kota ini. Ya, inilah seminar yang telah lama dinanti-nantikan oleh setiap peserta yang penggangguran tadi. Meskipun harga tiket masuk yang cukup mahal, tidak menyurutkan langkah para pengangguran yang sudah frustasi ini untuk bisa mengikuti seminar tersebut. Yang memang dibawakan oleh seorang Pakar Psikologi yang cukup terkenal di negeri ini.

Memang patut diakui dia adalah sosok pembicara ulung yang mempunyai talenta lebih dari pembicara lainnya. Selain teorinya simpel sehingga gampang dipahami, seminar yang diadakannya ini pun didukung dengan perangkat berteknologi mutakhir. Membuat setiap seminar yang diadakannya tidak pernah sepi dari peserta.

Waktu yang dinantikan pun telah tiba. Acara pun dimulai dengan memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Setelah selesai pemandu acara pun memanggilkan sang pembicara untuk naik ke pentas. Dan sang pembicara pun langsung mengambil alih pembicaraan.

“Hari ini anda datang ke tempat ini dari latar belakang yang berbeda-beda, saya yakin hanya untuk satu tujuan. Benar bukan?” kata sang pakar tersebut memulai pembicaraan.

“Benar,” jawab peserta dengan wajah girang.

“Hari ini anda datang ke tempat ini, juga untuk mengetahui jawaban bahwa kenapa saat ini “saya masih pengangguran, ya? Benar bukan?” tanyanya sekali lagi. Pertanyaan yang kembali membuat ruangan tersebut bergetar dari saura peserta yang menjawab “benar”.

Lalu, sambil menangis meskipun mungkin hanya ber-akting saja tapi seakan nampak betulan, sang pembicara pun dengan lirih mengatakan demikian,

“Kenapa Tuhan, sampai saat ini saya masih pengangguran seperti yang kualami sekarang. Padahal dulu waktu lulus kuliah, saya berhasil meraih IP Cum Laude dan itu juga dalam jangka 3,5 tahun tidak seperti kawan-kawan yang meskipun tamat sampai lima tahun dengan IP pas-pas-an. Tapi kenapa sampai saat  ini saya begitu susah sekali mendapatkan pekerjaan yang telah lama saya nantikan, kenapa Tuhan…kenapa?”

“Ada yang tahu?” kemudian sang pakar pun bertanya kepada para peserta seminar. Tapi, tidak seorangpun dari mereka yang mampu menjawab. Mereka hanya diam tertunduk dengan kesedihan yang telah meliputi jiwa mereka. Mereka terhanyut dengan suasana yang dibawakan pembicara tersebut. Dan mencoba membayangkan perjuangan mereka selama ini yang belum membuahkan hasil sama sekali.


Beri tanggapan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Kategori