<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Petualang Cinta</title>
	<atom:link href="http://radumta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://radumta.wordpress.com</link>
	<description>Lihatlah kelangit luas, hitunglah bintang yang bersinar terang, yang memberimu seberkas cahaya, yang menenggelamkan lara dalam asamu. Hm...betapa indahnya bukan?</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Oct 2008 12:24:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='radumta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5e510a316b7dc9ae0c0b120625177057?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Petualang Cinta</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Ciptakan Komunitas Pendukung Kesuksesanmu</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/10/11/ciptakan-komunitas-pendukung-kesuksesanmu/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/10/11/ciptakan-komunitas-pendukung-kesuksesanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 12:24:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : River Company, Penulis Rhenald Khasali.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=189&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Tentu ada banyak alasan mengapa seseorang bergabung dengan suatu komunitas. Kita membedakannya ke dalam empat hal tulis <strong>Om Rhenald Khasali</strong> dalam bukunya yang berjudul<strong> River Company</strong>. Antara lain :</p>
<p style="text-align:justify;">I.Hobby</p>
<p style="text-align:justify;">Ini kita sebut sebagai <em>community of hobbies</em>. Misalnya, bertanam, memelihara anjing <em>roofwheler</em>, burung berkicau dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Profesi</p>
<p style="text-align:justify;">Kita sebut komunitas ini sebagai <em>community of expert</em> (profesional). Di sinilah berkumpulnya orang-orang satu profesi apakah itu ekonom, dokter, konsultan, manajer atapun kepala rumah sakit, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Kesenangan</p>
<p style="text-align:justify;">Ini kita sebut sebagai <em>community of fun.</em> Misalnya, mereka yang bergabung di <strong>Harley Davidson Club</strong>. Mereka bergabung karena karakter komunitas ini adalah <em>fun</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">4. <em>Community of Problem</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah komunitas tempat orang berkumpul karena memiliki masalah yang sama. Mengapa orang-orang yang keluarganya (ayah, ibu, anak) yang menderita penyakit tertentu saling bertemu? Karena mereka punya masalah dan empati yang sama, yaitu ingin mengurangi beban penderitaan orang yang mereka cintai. Termasuk juga dalam kategori ini yaitu <em>cancer society </em>atau <em>autism society</em>.</p>
Posted in Kehidupan Tagged: Komunitas, Organisasi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=189&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/10/11/ciptakan-komunitas-pendukung-kesuksesanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Karakter Itu Tidaklah Sulit</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/10/11/membangun-karakter-itu-tidaklah-sulit/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/10/11/membangun-karakter-itu-tidaklah-sulit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 12:10:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya membangun karakter diri tidaklah sulit. Karena itu datanganya dari kebiasaan. Dan kebiasaan tesebut menurut sebuah penelitian yang pernah dilakukan mengatakan bahwa dari kehidupan kita sehari-harinya : dari sejak kita bangun sampai kita tidar kembali, 90% yang kita lakukan adalah membentuk perilaku kebiasaan.
Itu artinya bagaimana kita memeperlakukan orang-orang, bagaimana kita menggunakan uang kita, apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=187&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sesungguhnya membangun karakter diri tidaklah sulit. Karena itu datanganya dari kebiasaan. Dan kebiasaan tesebut menurut sebuah penelitian yang pernah dilakukan mengatakan bahwa dari kehidupan kita sehari-harinya : dari sejak kita bangun sampai kita tidar kembali, 90% yang kita lakukan adalah membentuk perilaku kebiasaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu artinya bagaimana kita memeperlakukan orang-orang, bagaimana kita menggunakan uang kita, apa yang kita tonton, apa yang kita lakukan setiap harinya, membentuk kebiasaan kita secara otomatis. Dimana terjadinya kebiasaan tersebut nampak hampir terjadi secara sukarela dengan kata lain kita melakukannya tanpa harus memikirkannya, bahkan bisa saja terjadi tanpa kita menyadarinya sedikitpun.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal tersebutlah yang terjadi secara berulang-ulang setiap harinya, setiap jamnya, bahkan hampir setiap menitnya, yang lambat laun membentuk karakter diri. Dimana karakter diri yang terpuji terbentuk dari kebiasaan positif dan sebaliknya karakter diri yang tercela berasal dari kebiasaan-kebiasaan negatif yang sering kita aplikasikan setiap harinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebiasaan positif dan negatis memang seperti lazimnya berakar dari lingkungan sekitar, serta kebudayaan setempat dimana kita tinggal dan dibesarkan. Hal yang memiliki pengaruh yang cukup besar sebagai faktor pendukung tumbuh dan berkembangnya kebiasaan positif dan negatif baik secara langsung maupun tidak langsung.</p>
<p style="text-align:justify;">Jelas bahwa jika kita bertumbuh di rumah maupun di lingkunga, dimana orang-orang tidak teratur, tidak rapi, atau terus menerus terlambat, maka, kita secara langusung telah membentuk beberapa kebiasaan negatif yang sama juga. Bahkan jika kita dibesarkan di sekitar orang-orang yang cenderung bersikap keras, sarkastis atau kasar, kita mungkin telah mengadopsi perilaku yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Dimana kita mungkin bahkan tidak menyadari bahwa sikap dan perilaku seperti itu sifatnya berbahaya. Tapi karena itulah yang pernah kita ketahui, bahkan karena kita menganggapnya sebuah kebiasaan yang positif, maka secara tidak langsung hal ini telah membentuk karakter diri yang tercela.</p>
<p style="text-align:justify;">Di pihak lain, jika kita bertumbuh di sekitar orang-orang yang memiliki kebiasaan positif, seperti kerapian, kesalehan, kesopansantunan, dan keramahtamahan, serta kita dididik membangun kebiasan pola yang positif, seperti olah raga teratur, makan teratur, bangun dan tidur secara teratur sehingga membuat tubuh kita istirahat dan segar kembali. Ini adalah kebiasaan positif yang secara langsung membentuk karakter diri yang terpuji.</p>
Posted in Kehidupan Tagged: Diri, Karakter <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=187&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/10/11/membangun-karakter-itu-tidaklah-sulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Sebuah Cita-Cita</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/10/11/besarnya-sebuah-kekuatan-cita-cita/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/10/11/besarnya-sebuah-kekuatan-cita-cita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 11:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah.]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Banyak orang akan terkejut ketika mengetahui alasana mengapa mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam hidup. Yaitu, karena cita-ctia yang anda miliki terlalu kecil, terlalu kabur dan tidak memiliki kekuatan sedikitpun,&#8221; kata Steve Chandler dalam bukunya 100 Ways To Motivati Yourself. &#8220;Sehingga membuat daya khayal anda tidak bergairah sedikitpun,&#8221; tambahnya lagi.
Sudah tepatnya memang, bagiaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=184&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">&#8220;Banyak orang akan terkejut ketika mengetahui alasana mengapa mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam hidup. Yaitu, karena cita-ctia yang anda miliki terlalu kecil, terlalu kabur dan tidak memiliki kekuatan sedikitpun,&#8221; kata <strong>Steve Chandler</strong> dalam bukunya <em>100 Ways To Motivati Yourself</em>. &#8220;Sehingga membuat daya khayal anda tidak bergairah sedikitpun,&#8221; tambahnya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah tepatnya memang, bagiaman mungkin cita-cita yang anda miliki bisa tercapai jika tidak menggairahkan daya khayal sekaligus juga menggairahkan kehidupan anda?</p>
<p style="text-align:justify;">Semestinya, kita sebagai mahasiswa perlu menggairahkan daya khayal tersebut dengan menetapkan sebuah cita-cita yang berkekuatan besar. Karena sebuah cita-cita yang berkuatan besarlah akan menghadapi suatu realitas yang besar juga. Ia akan hidup dan bernafas. Ia menyediakan energi. Ia membangunkan anda di pagi hari. Anda dapat merasakan  dan menciumnya sekaligus juga telah menggambarkannya  dengan jelas dalam pikiran anda, sehingga daya khyal tersebut bergairah dan selalu menyala-nyala di dalam benak anda.</p>
Posted in Kehidupan Tagged: Kampus, Kuliah., Mahasiswa <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=184&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/10/11/besarnya-sebuah-kekuatan-cita-cita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seminar Sehari Bertemakan Harapan Para Pengangguran</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/10/11/seminar-sehari-bertemakan-harapan-para-pengangguran/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/10/11/seminar-sehari-bertemakan-harapan-para-pengangguran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 11:37:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini terjadi dimasa lampau, kira-kira satu tahun yang lalu, di mana ribuan penganggur, berkumpul di suatu ruangan yang luas. Tepatnya di sebuah ruang seminar di salah satu hotel terkenal di kota ini. Ya, inilah seminar yang telah lama dinanti-nantikan oleh setiap peserta yang penggangguran tadi. Meskipun harga tiket masuk yang cukup mahal, tidak menyurutkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=178&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Kisah ini terjadi dimasa lampau, kira-kira satu tahun yang lalu, di mana ribuan penganggur, berkumpul di suatu ruangan yang luas. Tepatnya di sebuah ruang seminar di salah satu hotel terkenal di kota ini. Ya, inilah seminar yang telah lama dinanti-nantikan oleh setiap peserta yang penggangguran tadi. Meskipun harga tiket masuk yang cukup mahal, tidak menyurutkan langkah para pengangguran yang sudah frustasi ini untuk bisa mengikuti seminar tersebut. Yang memang dibawakan oleh seorang Pakar Psikologi yang cukup terkenal di negeri ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang patut diakui dia adalah sosok pembicara ulung yang mempunyai talenta lebih dari pembicara lainnya. Selain teorinya simpel sehingga gampang dipahami, seminar yang diadakannya ini pun didukung dengan perangkat berteknologi mutakhir. Membuat setiap seminar yang diadakannya tidak pernah sepi dari peserta.</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu yang dinantikan pun telah tiba. Acara pun dimulai dengan memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan &#8220;Indonesia Raya&#8221;. Setelah selesai pemandu acara pun memanggilkan sang pembicara untuk naik ke pentas. Dan sang pembicara pun langsung mengambil alih pembicaraan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hari ini anda datang ke tempat ini dari latar belakang yang berbeda-beda, saya yakin hanya untuk satu tujuan. Benar bukan?&#8221; kata sang pakar tersebut memulai pembicaraan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Benar,&#8221; jawab peserta dengan wajah girang.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hari ini anda datang ke tempat ini, juga untuk mengetahui jawaban bahwa kenapa saat ini &#8220;saya masih pengangguran, ya? Benar bukan?&#8221; tanyanya sekali lagi. Pertanyaan yang kembali membuat ruangan tersebut bergetar dari saura peserta yang menjawab &#8220;benar&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, sambil menangis meskipun mungkin hanya ber-akting saja tapi seakan nampak betulan, sang pembicara pun dengan lirih mengatakan demikian,</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kenapa Tuhan, sampai saat ini saya masih pengangguran seperti yang kualami sekarang. Padahal dulu waktu lulus kuliah, saya berhasil meraih IP Cum Laude dan itu juga dalam jangka 3,5 tahun tidak seperti kawan-kawan yang meskipun tamat sampai lima tahun dengan IP pas-pas-an. Tapi kenapa sampai saat  ini saya begitu susah sekali mendapatkan pekerjaan yang telah lama saya nantikan, kenapa Tuhan&#8230;kenapa?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ada yang tahu?&#8221; kemudian sang pakar pun bertanya kepada para peserta seminar. Tapi, tidak seorangpun dari mereka yang mampu menjawab. Mereka hanya diam tertunduk dengan kesedihan yang telah meliputi jiwa mereka. Mereka terhanyut dengan suasana yang dibawakan pembicara tersebut. Dan mencoba membayangkan perjuangan mereka selama ini yang belum membuahkan hasil sama sekali.</p>
Posted in Kehidupan Tagged: Artikel, Renungan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=178&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/10/11/seminar-sehari-bertemakan-harapan-para-pengangguran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arti Pentingnya Sebuah Citra Diri di Kalangan Para Mahasiswa</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/10/09/arti-pentingnya-sebuah-citra-diri-di-kalangan-para-mahasiswa/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/10/09/arti-pentingnya-sebuah-citra-diri-di-kalangan-para-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 11:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah.]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Apa jadinya para mahasiswa yang memiliki kecerdasan dan pengetahuan yang tinggi tetapi tidak memiliki citra diri yang berkarakter terpuji?
Adalah sebuah pertanyaan yang pantas dilontar bagi para mahasiswa saat ini. Dan jawabannya mungkin adalah maka tidak dapat diragukan lagi bahwa kehidupan mahasiswa yang begini di era globalisasi seperti saat ini hanyalah sekedar mahasiswa yang bisa diperjualbelikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=176&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Apa jadinya para mahasiswa yang memiliki kecerdasan dan pengetahuan yang tinggi tetapi tidak memiliki citra diri yang berkarakter terpuji?</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah sebuah pertanyaan yang pantas dilontar bagi para mahasiswa saat ini. Dan jawabannya mungkin adalah maka tidak dapat diragukan lagi bahwa kehidupan mahasiswa yang begini di era globalisasi seperti saat ini hanyalah sekedar mahasiswa yang bisa diperjualbelikan dimana harga dari pengetahuan yang dimilikinya tersebut bisa dipermain-mainkan dengan sesuka hati oleh siapun.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin hal inilah yang ingini ditunjukkan oleh <strong>Antonis Scalia </strong>dari ungkapan perkataan di bawah ini :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Bear in mind that brains and learning, like mucle, and physycal skills, are articles of commerce. They are bought dan sold. You can hire them by the year or by the hour. The only thing in the world  Not For Sale is Character. And if that does not govern and dicect your brains and learning. They will do you and the world more harm than good&#8221;</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa nilai atau pentingnya citra diri atau karakter terpuji tidak bisa dilepaskan dari kehidupan mahasiswa saat ini. Karena karakter tersebutlah yang tidak bisa dibeli dari dalam diri seseorang. Karena tanpa karakter ataupun citra diri yang kuat tersebut kita bukanlah siapa-siapa, kita hanyalah <em>seonggokan rangka kering yang berjalan tanpa jiwa.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu penting bagi kita untuk membangun citra diri yang kuat tersebut. Dimana kelak hal tersebut menjadi sebuah indentitas yang menonjol di dalam diri kita yang membuat kita berbeda dengan individu-individu lainnya.</p>
Posted in Kehidupan Tagged: Kampus, Kuliah., Mahasiswa, Pengembangan Diri <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=176&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/10/09/arti-pentingnya-sebuah-citra-diri-di-kalangan-para-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Tujuan Anda Kuliah?</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/09/28/apakah-tujuan-anda-kuliah/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/09/28/apakah-tujuan-anda-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 08:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah.]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh saat ini, kebanyakan mahasiswa kehilangan tujuan yang jelas di dalam menggeluti dunia kampus. Kata tanya &#8220;apa yang kamu dapatkan dengan kuliah ini?&#8221; hampir lenyap dari dalam asa dan tidak pernah lagi terngiang di telinga, dan jika ada itu hanya bibit kecil saja, yang tidak tumbuh sempurna.
Padahal seperti kita ketahui bersama, tujuan yang jelas dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=174&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sungguh saat ini, kebanyakan mahasiswa kehilangan tujuan yang jelas di dalam menggeluti dunia kampus. Kata tanya &#8220;apa yang kamu dapatkan dengan kuliah ini?&#8221; hampir lenyap dari dalam asa dan tidak pernah lagi terngiang di telinga, dan jika ada itu hanya bibit kecil saja, yang tidak tumbuh sempurna.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal seperti kita ketahui bersama, tujuan yang jelas dan terarah untuk apa kita kuliah adalah hal yang sangan vital. Tujuan hidup ibaratkan motivator ulung yang selalu memotivasi adrenalin habis-habisan, menuntun langkah kaki yang tersesat kembali ke jalan yang benar, membangkitkan tubuh kala jatuh tersungkur, menguatkan bathin ketika hinaan dan cercaan dari sekeliling datang mendera.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap tujuann membangkitkan arwah yang terbenam dari tidur malas berkepanjangan. Setiap tujuan menghadirkan hidup yang lebih berarti yang akan membuat jiwa selalu bergairah dan tersenyum menyambut mentari yang mengahantarkan tubuh kita menjalani hari-hari penuh optimisme, sampai bintang-bintang pu &#8220;bersorak-riang&#8217; menghantarkan mata menjelajahi dunia maya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kata lain setiap tujuan yang anda miliki selalu berhubungan dengan apa yang membuat anda semangat, hal yang menggairahkan anda sebagai bagian penting dalam menggenapi setiap impian dan kerinduan yang ada di dalam hati anda.</p>
Posted in Kehidupan Tagged: Kampus, Kuliah., Motivasi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=174&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/09/28/apakah-tujuan-anda-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajarlah Menjadi Mahasiswa Ekstrovert</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/09/28/belajarlah-menjadi-mahasiswa-ekstrovert/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/09/28/belajarlah-menjadi-mahasiswa-ekstrovert/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 07:52:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., seorang Guru Besar Madya dalam Ilmu Komunikasi yang juga pernah menjabat menjadi Dekan Fakultas Publistik Universitas Padjajaran selama tiga periode berturut-turut, dalam buku Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek menuliskan bahwa:
Pelajar yang ekstrovert adalah pelajar yang aktif, dinamis, optimistis, sportif, toleran, berhati terbuka, mudah bergaul dan gampang mendapat teman. Ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=172&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A.</strong>, seorang <strong>Guru Besar Madya</strong> dalam <strong>Ilmu Komunikasi</strong> yang juga pernah menjabat menjadi <strong>Dekan Fakultas Publistik Universitas Padjajaran </strong>selama tiga periode berturut-turut, dalam buku<strong> Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek</strong> menuliskan bahwa:</p>
<p style="text-align:justify;">Pelajar yang <em>ekstrovert</em> adalah pelajar yang aktif, dinamis, optimistis, sportif, toleran, berhati terbuka, mudah bergaul dan gampang mendapat teman. Ia melihat ke luar dari dirinya dan bertanya kepada dirinya sendiri &#8220;apa arti aku bagi masyarakat&#8221; sedangkan pelajar yang <em>introvert</em> adalah sebaliknya. Ia adalah orang yang serba tertutup, pasif, pesimistis, egoistis, kontemplatif, :minder&#8221; disebabkan &#8220;kuper&#8221;. Ia melihat ke dalam dirinya, dan bertanya kepada dirinya, &#8220;apa arti masyarakat bagi aku?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini bisa anda ketahui bahwa pelajar <em>ekstrovert</em> bersedia menyesuaikan dirinya kepada lingkungan dan sebaliknya pelajar i<em>ntrovert</em> mengkehendaki bahwa lingkunganlah  yang harus menyesuaikan diri kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih lanjut lagi Prof. Onong menegaskan bahwa kedua jenis pelajar ini bisa saja lulus dan kelak menjadi sarjana. Tetapi, pelajar <em>ekstrovert</em> yang kaya dengan prakarsa dan gagasan, memiliki langkah pasti di dalam pengambilan keputusan dan mempunyai rasa tanggung jawab yang meyakinkan atas tindakannya, lebih gampang diterima oleh setiap lapisan masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, sarjana yang tadinya mahasiswa <em>introvert </em>akan menjadi sarjana yang kikuk, miskin akan prakarsa apalagi gagasan, ragu-ragu dalam mengambil keputusan, dan tidak berani bertanggungjawab atas tindakannya, lalu hal inilah yang  bisa menjurus kepada sikap yang scapegoatism, yaitu sikap &#8220;mengkambinghitamkan&#8221; orang lain.</p>
Posted in Kehidupan Tagged: Dosen, Kampus, Kuliah. <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=172&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/09/28/belajarlah-menjadi-mahasiswa-ekstrovert/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bangkitkan Daya Nalar Anda</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/09/28/bangkitkan-daya-nalar-anda/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/09/28/bangkitkan-daya-nalar-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 07:36:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Istilah penalaran sebagai terjemahan dari bahasa Inggris adalah reasoning dan menurut kamus The Random House Dictionary berarti the act of process of a person who reasons (kegiatan atau proses menalar yang dilakukan oleh seseorang). Sedangkan reason berarti the mental powers concerned with forming conclusions, jugdements or inferences (kekuatan mental yang berkaitan dengan pembentukan kesimpulan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=169&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Istilah penalaran sebagai terjemahan dari bahasa Inggris adalah <em>reasoning </em>dan menurut kamus <em><strong>The Random House Dictionary </strong></em>berarti<em> the act of process of a person who reasons </em>(kegiatan atau proses menalar yang dilakukan oleh seseorang). Sedangkan <em>reason</em> berarti <em>the mental powers concerned with forming conclusions, jugdements or inferences</em> (kekuatan mental yang berkaitan dengan pembentukan kesimpulan dan penilaian).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dua ahli pemikir kenamaan, <strong>Cicero </strong>pemikir kenamaan zaman Romawi dan <strong>Shakespeare</strong> tokoh pemikir dari Inggris, menghubungkan penalaran masing-masing dengan kebijaksaan dan intelektualitas. <strong>Cicero</strong> mengatakan sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Orang yang bijaksana diperintah oleh penalaran; yang kurang berpengetahuan oleh pengalaman; orang yang paling dungu oleh kebutuhan; dan hewan oleh alam&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">(<em>Wise men are instructed by reasons; men of less understanding by experience; the most ingnorant by necessity; and beast by nature</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Cicero</strong> menunjukkan bahwa yang membedakan manusia yang bijaksana dan lainnya ialah penalaran. Ia diperintah oleh pikiran, bukan oleh emosi. Pikiran yang harus dominan, yang terus harus menekan perasaan (<em>feeling)</em>. Segala kegiatan dituntun oleh pikiran, bukan dikendalikan oleh emosi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini<strong> Shakespeare</strong>, tokoh pemikiran dari Inggris, mengatakan sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Reason is our intelectual eye, and like the bodily eye it needs light to see, anda to see clearly and far it needs the light of heaven. Strong reasons make strong actions</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Terjemahannya secara bebas adalah kira-kira sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Penalaran adalah mata intelektual kita, dan seperti halnya dengan mata jasmaniah, untuk dapat melihat, mata intelektual tersebut memerlukan cahaya, lalu untuk dapat melihat jelas dan jauh, ia memerlukan cahaya Allah. Penalaran yang kuat akan menimbulkan kegiatan yang hebat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari pendapat kedua tokoh populer itu dapat diambil kesimpulan bahwa daya penalaran merupakan unsur yang membuat seseorang menjadi intelektual yang  bijaksana. Inilah ciri-ciri dan sifat-sifat yang diharapkan terdapat pada manusia pelajar Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini timbul pertanyaan : Bagaimana berlangsungnya penalaran itu?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Cleanth</strong> dan <strong>Robert Penn Warren </strong>dalam bukunya <strong><em>Modern Rhetoric</em></strong>, mendefenisikan penalaran atau reasoning sebagai proses <em>by which the mind moves from certain data convidene to a conclusion</em>. Jadi, pada hakikatnya penalaran itu berlasung dengan &#8220;proses jalannya pikiran dari suatu data atau fakta menjadi suatu konklusi&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Posted in Kehidupan Tagged: Kampus, Kuliah. <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=169&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/09/28/bangkitkan-daya-nalar-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/09/26/164/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/09/26/164/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 18:46:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antologi Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Tangisan Penghuni Negeri Ini
Lirik dan syair itu hanya cerita usang negeri ini
habis sudah dimakan rayap waktu.
Kolam susu itu kini telah berganti lautan darah
darah yang mengalir dari keringat penghuni negeri ini
dari genangan rintihan, kesakitan, kedigdayaan
luapan sungai kepahitan dan kegetiran
yang tak terbendung lagi
dari air mata anak negeri ini.
Akan sengsara&#8230;
Akan nista&#8230;
Akan munafiknya&#8230;
Syair dan lirik kehidupan ini 
Medan, 31 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=164&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Tangisan Penghuni Negeri Ini</strong></p>
<p><em>Lirik dan syair itu hanya cerita usang negeri ini<br />
habis sudah dimakan rayap waktu.</em></p>
<p><em>Kolam susu itu kini telah berganti lautan darah<br />
darah yang mengalir dari keringat penghuni negeri ini<br />
dari genangan rintihan, kesakitan, kedigdayaan<br />
luapan sungai kepahitan dan kegetiran<br />
yang tak terbendung lagi<br />
dari air mata anak negeri ini.</em></p>
<p><em>Akan sengsara&#8230;<br />
Akan nista&#8230;<br />
Akan munafiknya&#8230;</em></p>
<p><em>Syair dan lirik kehidupan ini </em></p>
<p>Medan, 31 Juli 2008</p>
<p>Rumah Kelam</p>
Posted in Antologi Puisi Tagged: Puisi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=164&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/09/26/164/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangkiti Diri Anda dengan Virus &#8220;n Ach&#8221;</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/09/26/jangkiti-diri-anda-dengan-virus-n-ach/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/09/26/jangkiti-diri-anda-dengan-virus-n-ach/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 12:29:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah.]]></category>
		<category><![CDATA[Sarjana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA["Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek" oleh Prof. Drs. Onong Uchjana Efefendi, M.A, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya Bandung<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=140&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Seorang mahasiswa bernama A bercerita kepada temannya si B, sesama mahasiswa, bahwa ketika belajar dalam menghadapi ujian, ia merasa sukar memusatkan pemiikirannya karena selalu teringat kepada pacarnya. Lain halnya lagi dengan si B, dia berkata  bahwa ia berhasil memperoleh nilai yang cukup tinggi dari ujiannya berkat usahanya yang keras disebabkan oleh cita-citanya . Karena khawatir tidak berhasil mencapai cita-citanya itu, maka ia belajar sampai jauh malam.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Efisiensi berpikir dari dua orang di atas itu akan berpengaruh besar pada tindakannya, kegiatannya dan perilakunya, akan menjadi pendorong yang berkembang luas bagi kemajuan masyarakat. Hal inilah oleh David C. Maclelland, seorang ahli psikologi di Harvard University, disebut sebagai virus mental atau &#8220;n Ach&#8221;, singkatan dari need for achievement, artinya kebutuhan untuk memperoleh prestasi gemilang.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dari contoh di atas McClelland menunjukkan bahwa B memiliki mental &#8220;n Ach&#8221; lebih tinggi dibandingkan mental si A, dengan kata lain si B dijangkiti lebih banyak virus mental.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Need for Achievement ini terdapat pada diri setiap orang untuk mengejar sesuatu yang lebih baik, lebih cepat, lebih gemilang dan lebih efisien daripada yang telah dilakukan sebelumnya apabila didasari oleh motif yang kuat dan jelas.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian yang dinamakan virus mental tadi pada hakikatnya adalah motif yang terdapat pada diri seseorang yang mampu mendorong dirinya untuk berusaha lebih giat guna memperoleh sukses yang lebih besar. Pelajar yang IQ-nya tinggi belum tentu sukses dalam pelajarannya, jika ia tidak memiliki motif. Sebaliknya pelajar yang IQ-nya sedang-sedang saja besar kemungkinannya akan berhasil dalam pelajarannya bilamana dia mempunyai motif yang kuat dan jelas.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sumber : &#8220;Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek&#8221;, Penulis Prof. Drs. Onong</p>
<p style="text-align:justify;">Uchjana Effendy, M.A., Penerbit :Remaja Rosdakarya Bandung, 2005.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Posted in Kehidupan Tagged: Kampus, Kuliah., Sarjana <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=140&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/09/26/jangkiti-diri-anda-dengan-virus-n-ach/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mutiara Kata Sumber Motivasi Anda</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/09/22/12-mutiara-kata-hari-ini-sumber-motivasi-anda/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/09/22/12-mutiara-kata-hari-ini-sumber-motivasi-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 13:09:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mutiara Kata]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : "River Comapany", Penulis Rhenald Khasali.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=115&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">&#8220;Kita harus memberi contoh dari perubahan yang ingin kita capai di dunia ini&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Mahatma Gandhi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apalagi yang bisa ditambahkan pada kebahagiaan seseorang yang sehat, tidak berutang dan hati nuraninya bersih?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Adam Smith)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ketika manusia sibuk menghadapi persaingan, dan ketika dunia berubah menjadi materialistis, biasanya orang suka lupa bahwa mereka harus tetap bersahabat dengan alam&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Rhenald Khasali)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Persahabatan itu bukanlah sesuatu yang cuma-cuma, melainkan harus saling memberi hidup timbal-balik&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Rhenald Khasali)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tak ada salahnya memiliki uang untuk bisa membeli apa saja, tetapi lebih baik lagi kita memeliki hati untuk memeriksa dan meyakinkan diri bahwa kita tidak kehilangan hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(George Horace Lonmer)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Saya memuji dengan keras, saya menyalahkan dengan suara lembut&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Ratu Kathrina II dari Rusia)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Orang yang sering mengeluh adalah orang yang paling sering dikeluhkan&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Mathew Henry)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bukan karena sulit maka kita menjadi tidak berani, melainkan karena tidak beranilah sesuatu menjadi sulit&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Seneca)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kesulitan yang dialami oleh perusahaan dimulai dengan tidak dapat diandalkannya produk andalan&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Rhenald Khasali)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kita berharap untuk memperoleh yang terbaik, tetapi hendaknya selalu bersiaga dalam menghadapi hal-hal yang terburuk&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Frans Seda)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Meniupkan roh perubahan berarti memberikan energi dan perhatian, kalau mereka sakit, anda pun akan merasakannya. Kalau mereka bahagia anda pun ikut tersenyum&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Rhenald Khasali)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Perhatian itu tidak sepenuhnya dapat diberikan secara formal, adakalanya pemimpin pelu memberikan bagian dari kehidupan pribadinya, dari uang sakunya sendiri. atau dari waktu pribadinya yang paling berharga&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Rhenald Khasali)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Carilah pekerjaan yang paling disukai, maka anda tak akan pernah merasa bekerja barang sehari pun&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Confusius)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Orang berpikiran &#8216;dangkal&#8217; percaya pada keberentungan, yang bijak dan tangguh percaya pada sebab-akibat&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Ralhp Waldo Emerson)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Di mana ada kebencian, biarlah kita menaburkan cinta&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(St. Fransiskus dari Asisi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kemauan harus keras, tetapi hati harus lembut&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Robert Schuller)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Berhati-hatilah terhadap mereka yang menjanjikan kekayaan, atau bicaranya soal kekayaan melulu, sebab mereka dapat merampas kekayaan yang sudah kita miliki&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Onad L Sakai)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jika ingin berhasil, lewatilah jalan yang anda buat sendiri, dan hindari jalan pinjaman&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(John D. Rockfeller)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Pembaruan memerlukan pengorbanan, dan siapapun yang hendak melakukannya harus punya keberanian, karakter dan kesungguhan&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Rhenald Khasali)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kepunahan adakalanya tidak dapat dicegah, yang dapat mencegahnya cuma kemampuan mahkluk hidup tersebut untuk beradaptasi&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Charles Darwin)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kekuatan bukanlah yang utama, melainkan kelenturan dalam beradaptasi secara luwes&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Rhenald Khasali)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sebelum rasa sakit melebihi rasa takutnya, seseorang itu umumnya belum mau berubah&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Rhenald Khasali)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Diperlukan tiga hal untuk mempertahankan teman, menghormatinya saat mereka hadir, memujinya saat tidak hadir, dan menolongnya saat ia membutuhkan&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Peribahasa Jepang)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kebiasaan itu seperti sebuah kabel, kita memintalnya setiap hari, dan akhirnya tak seorangpun bisa memutuskannya&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Horace Mann)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sumber : &#8220;River Company&#8221;, Oleh Rhenald Khasali, Penerbit : Primamedia Utama</p>
Posted in Mutiara Kata Tagged: Motivasi, Mutiara Kata <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=115&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/09/22/12-mutiara-kata-hari-ini-sumber-motivasi-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sosok Andrie Wongso(Sekilas Cukilan Biografi Sang Pembelajar)</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/09/20/sosok-andrie-wongso/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/09/20/sosok-andrie-wongso/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 10:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Biografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : "Sang Pembelajar", Penulis Lenny Wongso, Penerbit AW  
               Publishing <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=102&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">&#8220;Kemelaratan bukan untuk disesali dan diratapi semata. Kenangan masa kecil, tidak untuk menyakiti kita, tetapi untuk membangunkan sebuah pengertian bahwa nasib bisa dirubah&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#313a42;">(Lenny Wongso)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menjadi orang susah bukanlah dambaan dan impian semua orang, saya dan anda, kita semuanya, tentunya tidak mau dengan kehidupan susah untuk selama-lamanya. Tapi apa jadinya jika kita terlahir menjadi orang susah, terlahir dari rahim orang susah, tumbuh dan dibesarkan di lingkungan orang susah, dengan kehidupan yang melarat, apakah kita harus menyesalinya, apakah kita harus menghakimi Tuhan atas kodrat yang diberikan kepada kita menjadi orang susah tanpa mau berjuang merubahnya?</p>
<p style="text-align:justify;">Atau malah sebaliknya, menjadi orang susah adalah sebuah kebanggaan yang agung, yang diidam-idamkan, yang pantas dipertontonkan dandipertunjukkan, dipanggung sandiwarakan ke khalayak ramai dan berdiam diri tanpa mau mengubahnya, dan berkata ke penjuru dunia bahwa inilah aku, Orang Susah?.</p>
<p style="text-align:justify;">Hm&#8230;mari merenung sejenak, dan mulai menghayati kehidupan sosok yang luar biasa yang satu ini, sosok yang saya kagumi, sosok yang pantas anda kagumi dan bagi siapapun yang belum mengenalnya dan maupun yang telah mengenalnya, teman satu ranjangnya pun yang setia sangat mengaguminya. Sosok ini memang pantas berada direlung hati kita yang paling dalam.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan hidupnya dimulai lima puluh empat tahun yang silam di sebuah kota kecil di Malang, sempat terlunta-lunta selama sembilan bulan di dalam rahim sang bunda, waktu yang tepat datang sudah, terlahir ke dunia ini untuk pertama kalinya dengan suara tangisan menyertainya, air mata secuil dan tangisan pertanda perjuangan hidup segera dimulai, roda kehidupan akan segera bergulir, akan segera berputar.</p>
<p style="text-align:justify;">Tangisan pertama tapi bukan terakhir yang dilakukannya akan kefanaan dunia ini, isakan reflektif akan pahit-getirnya, keras-kejamnya dunia ini untuk sebuah nafas dan darah kehidupan, yang tak sengaja telah mengalir di dalam badan dan jiwanya, nafas dan darah yang dulu, nafas dan darah yang diperjuangkannya yang masih melekat sampai sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dilahirkan pada tahun 1954 dari seorang ibu yang penuh kasih dan ayah “nahkoda” yang baik dan cerdas, <strong><span style="color:#313a42;">Andrie Wongso</span></strong> hadir ke dunia ini menjadi adek untuk abangnya yang semata wayang dan menjadi seorang abang untuk seorang adek. Tak salah lagi Andrie anak kedua dari tiga bersaudara yang semuanya laki-laki, terlahir dari keluarga yang tidak mampu, keluarga susah dengan kehidupan yang pas-pasan, serba kesulitan, untuk tempat tinggal saja harus sewa dan kontrak.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti itulah kehidupan <strong><span style="color:#313a42;">Andrie</span></strong> pada awalnya, masa kecil yang suram menjadi santapan lezatnya, yang tidak bisa dinikmati secara sempurna karena harus ikut membanting tulang membantu menjalankan roda ekonomi keluarga. Sebuah penderitaan juga sekaligus tanggung jawab.</p>
<p style="text-align:justify;">Penderitaan itu bukannya semakin berkurang dengan tambahnya usia tapi semakin bertambah ketika <strong><span style="color:#313a42;">Andrie</span></strong> harus kehilangan hak yang seharusnya bisa dinikmatinya seutuhnya dengan penuh penghayatan, yaitu sekolah. <strong><span style="color:#313a42;">Andrie</span></strong> adalah salah satu korban tak berdosa yang kehilangan haknya akibat gejolak gerakan pemberontakan Gestapu PKI, yang mengharuskan Sekolah Mandarin tempat <strong><span style="color:#313a42;">Andrie</span></strong> belajar menuntut ilmu ditutup.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena ketidakmampuan ekonomi keluarga untuk memindahkannya, Andrie harus berhenti sekolah. Itulah sebabnya <strong><span style="color:#313a42;">Andrie</span></strong> hanya mengenyam pelajaran sekolah hanya sampai kelas enam SD saja, itupun tidak mendapatkan satu ijajah pun, <strong><span style="color:#313a42;">SDTT</span></strong>(Sekolah Dasar Tidak Tamat), gelar yang disandingnya, selain itu tidak ada lagi, betapa menyedihkan sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Sadar akan dirinya yang tidak mengenyam pendidikan formal, tentunya bukanlah hal yang gampang untuk memulai sebuah usaha, berkiprah di lingkungan pergaulan atau menerjuni bisnis apapun. Tapi hal itu tidak membuat semangatnya kendur untuk belajar, berjuang mengembangkan diri dengan segera dan sebanyak-banyaknya, seakan berlomba mengejar waktu, mengejar ketertinggalan pengetahuan yang seharusnya dicicipinya dulu, semuanya itu tidak pernah dilepaskan dan tidak pernah luput untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dengan membaca buku di setiap kesempatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Roda kehidupan yang tidak pernah berhenti untuk terus berputar, kini telah mendewasakan <strong><span style="color:#313a42;">Andrie</span></strong>, memaksa <strong><span style="color:#313a42;">Andrie</span></strong> harus meninggalkan kota kelahiran tercinta untuk mencari peraduan nasib yang layak ke Ibukota negeri tercinta ini. Peraduan yang kedua, setelah yang pertama gagal dan hanya isapan jempol semata untuk membintangi sebuah film di negri ini yang pernah diiming-imingi oleh seseorang.</p>
<p style="text-align:justify;">Peraduan kedua yang beda dari sebelumnya dimulai pada awal Januari 1979 sebagai salesman bahan-bahan listrik dan kabel-kabel di Pasar Kenari Jakarta. Pekerjaan yang cukup berat karena selain mengepak produk, <strong><span style="color:#313a42;">Andrie</span></strong> pun harus mengantar dan dan mengangkat barang pelanggan tersebut ke kendaraan si pelanggan, hal ini dikerjakannya dengan kepala tegak, tetapi hanya mampu mendapatkan penghasilan Rp.3000/bulannya untuk saat itu, jumlah yang sedikit karena harus dipotong lagi cicilan ini-itu, dan <strong><span style="color:#313a42;">Andrie</span></strong> pun harus menyisihkan sisanya untuk uang kiriman ke kampung halaman. Hal yang membuat hati kecilnya menjerit, bahwa itu bukan pekerjaannya, itu hanya untuk sementara.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu tahun berikutnya <strong><span style="color:#313a42;">Andrie</span></strong> mencanangkan tekad bulat melamar sebagai bintang film untuk kedua kalinya, walaupun pernah mengalami kegagalan, tetapi embrio keinginan untuk menjadi seorang bintang film tenar seperti Bruce Lee masih melekat erat di dalam benaknya, kali ini bukan di negeri sendiri yang dibidiknya, tetapi menjadi bintang film di Hong-Kong. Dan untuk pertama sekali Andrie di terima bekerja di Eternal Film Hong-Kong dengan kontrak selama tiga tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun sang Bos mengakui bahwa <strong><span style="color:#313a42;">Andrie</span></strong> diterima bukan karena kemampuan bela diri yang dimilikinya untuk bermain di film tersebut, tetapi kesempatan itu diberikan kepadanya lebih karena menghargai kemauan dan tekad kuatnya berjuang dan belajar menjadi seorang bintang film, tanpa memperhatikan nilai kontrak yang relatif kecil, tanpa memperdulikan resiko apapun yang dihadapinya. Sebuah keputusan besar yang diambil Andrie yang menghasilkan sebuah perubahan besar di dalam kehidupannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perubahan besar yang mengantarkannya bisa menjadi seperti saat ini, berkat perjalanan hidupnya yang getir, yang pernah dihadapinya dan dilaluinya menjadi sebuah nafas panjang yang mampu meningkatkan mental seseorang, memberikan pencerahan baru, membakar semangat hidup dan menjadi motivasi hidup bagi mereka yang mendengar, meresapi,menghayatinya serta melakukannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">***</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sumber : &#8220;Andrie Wongso, Sang Pembelajar&#8221;, Penulis Lenny Wongso, Penerbit AW Publishing.</p>
Posted in Article Tagged: Artikel, Biografi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=102&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/09/20/sosok-andrie-wongso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Story Of My Life</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/09/20/story-of-my-life/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/09/20/story-of-my-life/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 10:47:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Saat-saat yang indah suka dan duka, tawa riang, kebersamaan, kesehatian, keramahtamahan, keterbukaan yang tak terlupakan semuanya kudapatkan di sini, di rumah ibu-bapaku, tempat aku dilahirkan, dididik dan dibesarkan dengan kasih sehingga aku tumbuh besar dan dewasa.

Di sinilah awal cerita dimulai, di sinilah keputusan besar diambil, dengan penuh pertimbangan yang cukup matang, aku harus berpetualang menjelajahi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=100&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saat-saat yang indah suka dan duka, tawa riang, kebersamaan, kesehatian, keramahtamahan, keterbukaan yang tak terlupakan semuanya kudapatkan di sini, di rumah ibu-bapaku, tempat aku dilahirkan, dididik dan dibesarkan dengan kasih sehingga aku tumbuh besar dan dewasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di sinilah awal cerita dimulai, di sinilah keputusan besar diambil, dengan penuh pertimbangan yang cukup matang, aku harus berpetualang menjelajahi negeri antah-berantah yang tak kutahu persis di mana pastinya, mencari negeri yang telah disiratkan para pendahulu-pendahulu kami sebelum aku dilahirkan ke dunia ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Petuah, nasehat, dan saran dari orangtua dan sanak famili semuanya kutanamkan di dalam hatiku, kujadikan bekal dan jutaan pelajaran yang sangat berharga di dalam menempuh perjalananku kelak. Sentilan, sindiran, nyinyiran dan pujian datang secara bersamaan dari teman dekat dan tetangga menjadi pelengkap sempurna apa yang terungkap dan tersirat di dalam hati kecilku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Banyak kebanggaan bertaburan kala tangan-tangan melambai ke arahku, tapi tidak sedikit ras was-was timbul tenggelam terlintas di dalam benakku. Apakah aku bisa melaluinya nanti tanyaku, pertanyaan yang belum bisa kujawab saat itu. Yang ada hanya secercah harapan yang masih kelam yang terselip dan terselinap di dalam kalbu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kuayunkan kakiku, meninggalkan kampung halamanku, menyusuri jalanan yang penuh liku-liku, tidak sedikit aral-melintang yang datang mendera, memperlambat, bahkan hampir menghentikan derap langkahku, untuk bisa saling menyambangi, berbagi rasa dengan orang-orang yang tak kukenal, kukagumi dan orang-orang yang kucintai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Begitu banyak kerikil tajam dan onak runcing berduri yang sigap menerkam telapak kakiku dengan mata melotot yang tak henti-hentinya yang harus kusisihkan, yang harus kuelakkan. Tak sedikit peluh yang kukeluarkan, tak sedikit tenaga kukorbankan dan tak sedikit darah yang harus kukucurkan jatuh membasahi bumi ini hanya untuk melintasi jalan pendek kehidupan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Satu, dua hari, seminggu, sebulan bahkan bertahun-tahun ku berjalan menyusurinya tanpa henti. Kini&#8230;tanpa terasa Aku telah sampai dipadang gurun yang tandus dan gersang terhampar bagaikan samudera luas membentang. Panasnya pasir yang bertaburan dan teriknya mentari yang silau membakar sekujur tubuhku, debu yang diterpa sang angin terbang menyelubung masuk ke dalam pelupuk mataku, betapa perih&#8230;.pedih&#8230;sangat menyakitkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rasa putus asa yang tak terbendung lagi mulai datang menghantui, kala sang surya sudah menutup mata, warna langitpun berganti, malam pun datang. Hawa yang panas berganti menjadi sangat dingin mulai merasuki ke dalam raga, meremukkan tulang-tulangku, membekukan cairan yang ada di dalam tubuhku. Jantung berdegup keras, tapi nadi darahku seakan berhenti berdetak. Aku terkujur, terlentang lemah, terbaring kaku beralaskan tanah remah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Aku terlelap tak sadarkan diri entah seberapa lama yang tak kutahu pasti, saat aku terbangun kembali, terhenyak dari tidur pulasku. Tapi&#8230;aku masih di sini, di padang gurun penderitaan yang tak pernah habis ini, tidak di Oasis yang penuh semburan air yang menyegarkan yang mampu mengobati dahagaku yang telah kentara, tidak di istana yang megah nan indah yang datang ke dalam mimpiku. Hm..Aku hanya bisa berguman di dalam hati, inginku berteriak sekeras-kerasnya, tapi mulutku terkatup rapat tak bergeming sedikitpun, hanya desahan lirih yang muncul tersengal-sengal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Aku berlutut, tanganku menengadah ke atas meminta petunjuk dari-Nya, aku sudah tidak tahan, aku sudah tidak sanggup lagi, aku merintih keras, berikan aku kekuatan Ya Allah, meminta pertolongan dari-Nya, dan tak tahan lagi akupun tersungkur ke tanah mencium bumi ini. Aku terhenyak saat burung-burung pemakan bangkai melintas, mengerumuni di atasku, terbang dengan gagah dan berkicau begitu nyaring, berputar-putar tak karuan, cicitan yang kuat membuatku tersadar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jauh di depan sana bunga kaktus dengan mahkota yang sangat indah, pohon kurma yang tumbuh kokoh menjulang tinggi kelangit, tak sedikitpun panas di rasakannya. Hati kecilku pun bertanya, apakah mereka tidak merasakan apa yang kualami sekarang, apakah mereka tidak merasakan kegetiran sedikitpun?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jawabannya membuatku kuat, jawabannya membuat kaki ku mampu bergerak sedikit demi sedikit, jawabannya mampu membuat semangat baru kembali timbul. Dengan tertatih-tatih aku berjalan, berapa kali ku limbung danterjatuh, tapi jawaban dari elang, kaktus dan kurma yang kudapatkan membuatku bangkit, jatuh, dan bangkit lagi dan terus menyusuri jalan kehidupan yang fana ini. Entah berapa lamanya&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan akupun sampai di desa yang indah, di negeri yang damai, di tanah yang penuh dengan emas dan perak, susu dan madu, di negeri yang dipenuhi kedamaian, kebahagian, kesederhanaan. Akupun bertemu dengan orang-orang yang lembut hati dan santun tutur katanya. Negeri yang akan kudiami kelak, negeri yang akan kubangun kelak, negeri yang akan kuwariskan kelak untuk anak dan cucuku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">***</p>
Posted in Kisah Tagged: Kehidupan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=100&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/09/20/story-of-my-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Singkirkan Lingkaran Setan di Sekelilingmu</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/09/18/singkirkan-lingkaran-setan-di-sekelilingmu/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/09/18/singkirkan-lingkaran-setan-di-sekelilingmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 14:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah.]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana pun juga, kelangsungan kehidupan di dunia kampus ynag sedang kita tekuni sekarang, tak bisa lepas dari faktor berikut ini sebagai faktor pendukung bahkan sekaligus juga sebagai faktor penentu keberhasilan kita di dalam menukuni dunia kampus sebagai sekolah pembelajaran formal.
Misalnya saja warkop, kantin, organisasi, warnet, teman kampus ataupun teman kost, ibu kost serta penduduk setempat, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=84&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Bagaimana pun juga, kelangsungan kehidupan di dunia kampus ynag sedang kita tekuni sekarang, tak bisa lepas dari faktor berikut ini sebagai faktor pendukung bahkan sekaligus juga sebagai faktor penentu keberhasilan kita di dalam menukuni dunia kampus sebagai sekolah pembelajaran formal.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya saja warkop, kantin, organisasi, warnet, teman kampus ataupun teman kost, ibu kost serta penduduk setempat, pusat hiburan dan berbagai komponen lainnya. Di satu sisi atribut tersebut, tak bisa kita elakkan lagi adalah sebuah lingkaran baik, sebagai bagian dari faktor penting di dalam melancarkan kita untuk menuntaskan misi menjadi seorang sarjana yang berpendidikan serta berilmu tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, waktu terus berputar, perubahan yang tidak bisa dipandang sebelah mata selalu terjadi, dan keberuntungan yang sulit diprediksi, bisa mengubah segala-galanya. Keberuntungan yang belum memihak kepada kita bisa saja menciptakan lingkaran baik itu tadi menjadi sebuah lingkaran setan yang membelenggu pikiran, membelokkan perilaku kita, mengantarkan sebuah aral-melintang yang menghambat, menghentikan serta menghancurkan rencana kita menjadi mahasiswa sukses, berintelektual tinggi, yang memiliki kompetensi di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hal-hal yang sudah seharusnya kita sadari lebih awal, jangan sampai kejadian yang dialami  si anak tadi turut juga menjangkiti kita. Memang, untuk hal ini perlu dibutuhkan pemahaman, penelahaan, pengertian sekaligus juga kejelian kita. Apakah sekarang kita tengan berada di lingkaran baik ataukah sebaliknya, apakah kita berada di tengah-tengah lingkaran setan tersebut? Jawabannya ada pada rumput yang bergoyang.</p>
<p style="text-align:justify;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/radumta.wordpress.com/84/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/radumta.wordpress.com/84/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=84&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/09/18/singkirkan-lingkaran-setan-di-sekelilingmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orientasi Mahasiswa Baru STMIK Mikroskil Tahun Akademik 2008/2009</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/09/13/orientasi-mahasiswa-stmik-mikroskil-20082009/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/09/13/orientasi-mahasiswa-stmik-mikroskil-20082009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 07:07:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Ospek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[It&#8217;s amazing, Fantastic, Perfect.

Dan, entah kata-kata apalagi yang bisa mengungkapkan, menggambarkan, serta menilai Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) ataupun Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) yang dilaksanakan oleh STMIK Mikroskil tahun ini. Acara yang digelar selama dua hari berturut-turut ini, guna menyambut mahasiswa baru yang telah sah diterima menjadi pelajar di STMIK Mikroskil dan mengenalkan mereka seperti apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=68&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">It&#8217;s amazing, Fantastic, Perfect.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dan, entah kata-kata apalagi yang bisa mengungkapkan, menggambarkan, serta menilai Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) ataupun Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) yang dilaksanakan oleh <a href="http://www.mikroskil.ac.id" target="_blank">STMIK Mikroskil</a> tahun ini. Acara yang digelar selama dua hari berturut-turut ini, guna menyambut mahasiswa baru yang telah sah diterima menjadi pelajar di <a href="http://www.mikroskil.ac.id" target="_blank">STMIK Mikroskil</a> dan mengenalkan mereka seperti apa itu dunia kampus dan atribut-atribut yang terdapat di dalamnya, benar-benar sebuah acara yang luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hal ini ditandai betapa besarnya antusisme para peserta maupun animo para jajaran pengurus, serta staf pengajar yang menyempatkan diri, meninggalkan kesibukannya masing-masing, untuk turut serta mengikuti acara tersebut. Hampir semua staf dan jajaran pengurus dengan kerendahan hati yang mereka miliki hadir dan memeriahkan serta mengisi acara tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dan, wahnya acara ini, juga tak lepas dari perangkat pendukung yang cukup lengkap yang dihadirkan oleh panitia pelaksana. Seperti audio system yang selalu membahana, dokumentasi dengan juru kamera yang tak pernah lelah meliput selama acara ini berlangsung, bahkan hal ini semakin lengkap dengan hadirnya dua buah layar visualisasi di sisi kanan dan kiri tribun, membuat settingan pentas tampil cukup gagah, siap untuk ditunggangi oleh panitia, staf maupun peserta.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bertempat di basement <a href="http://www.mikroskil.ac.id" target="_blank">STMIK Mikroskil</a> Kampus B yang terletak di jalan Thamrin No.140, hari pertama dilaksanakannya OMB STMIK Mikroskil Tahun Akademik 2008/2009, tepatnya pada hari Sabtu, 06 September 2008, acara dimulai dengan Upacara Penyambutan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2008/2009 dipimpin langsung oleh Bapak Drs. Mimpin Ginting, MS selaku Ketua Pimpinan STMIK Mikroskil. Upacara ini diikuti dengan penuh penghayatan oleh setiap peserta.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bertindak sebagai pimpinan upacara, Bapak Drs. Mimpin Ginting, MS dengan logatnya yang cukup kental, memberikan arahannya. Meskipun dengan teknik membaca naskah, wejengan tersebut mampu menyemangati seluruh peserta OMB. Satu jam, waktu berlalu tanpa terasa, senyuman dan tepuk tangan yang gegap-gempita terdengar dari setiap peserta, menandai upacara pembukaan OMB 2008/2009 telah selesai dengan lancar.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan singkat jajaran, staf, serta struktur organisasi yang berlaku di STMIK Mikroskil oleh Drs. Mimpin Ginting, MS. Mulai dari Wakil Ketua I Bapak Djoni, SKom, MTI; Wakil Ketua II Bapak Paulus, SKom, MTI; Wakil Ketua III Bapak Saliman, ST sampai dengan Bagian Administrasi Kemahasiswaan dan Badan Executive Mahasiswa juga turut serta diperkenalkan di atas pentas, iringan musik meriah yang mengantarkan mereka naik ke atas panggung menambah semaraknya suasana siang itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Acara demi acara berlalu dengan hangat, tak terasa waktu yang terus berputar, mengantarkan setiap peserta untuk menikmati acara selanjutnya. Acara yang paling dinanti-nantikan oleh setiap peserta yaitu acara perjalan keliling kampus. Tour ataupun tamasya ini dilakukan dengan jalan kaki, naik gunung turun gunung saja halnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ya, benar sekali, perjalanan keliling kampus untuk pengenalan ruang kuliah, laboratorium, kantor staf serta sekretariat mahasiswa dimulai dari basement Gedung A, menapaki lantai dua sampai ke lantai lima, seterusnya dari lantai lima gedung A perjalanan dilanjutkan ke lantai lima gedung C. Dan selanjutnya dari lantai ini para peserta harus turun satu lantai demi lantai untuk kembali ke basement gedung A. Sebuah perjalanan yang mengasyikkan sekaligus melelahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mengambil jeda sekitar 10 menit, dari Gedung A perjalanan pun diteruskan ke Gedung B, di mana seperti gedung A dan C,  para peserta juga harus menapaki tangga demi tangga, lantai demi lantai untuk sampai ke lantai 6 gedung ini. Di mana di lantai inilah terdapat kantin yang cukup luas dengan pemandangan bebas ke seluruh arah adalah salah satu kelebihannya. Hamparan gedung tinggi, serta pemandangan asri kota Medan nampak jelas dari lantai ini, membuat rasa letih dan lelah ketika menapaki tangga demi tangga tadi terobati sudah ketika kaki sudah menjajal di puncak gedung ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dan yang lebih menggembirakan lagi bahwa ternyata perjalanan ini adalah acara terakhir yang dilalui oleh peserta di hari pertama pelasanaan OMB 2008/2009. Acara sudah usai dan tiba saatnya semua peserta untuk pulang. Nampak jelas terbersit  dari wajah setiap peserta sebuah untaian senyuman puas menandakan mereka sangat bangga memiliki gedung kuliah yang megah dengan fasilitas yang lengkap yang tertata rapi dan bersih. Juga mereka pasti berbangga hati karena pilihan mereka tidak salah lagi di dalam memilih  STMIK Mikroskil sebagai Sekolah Tinggi  yang berkompetensi tinggi yang memiliki jajaran staf, pengurus, pengajar yang ramah, cantik ganteng dan yang pastinya adalah kaum intelek yang berwawasan tinggi serta berkarakter terpuji sebagai bagian faktor utama pendukung kesuksesan studi para peserta ataupun para mahasiswa baru di dalam mewujudkan misi, visi juga cita-cita serta masa depan  yang cerah yang tidak hanya mahasiswa yang berilmu tapi juga memiliki soft skil yang tinggi di masa yang akan datang, yang mampu bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi di dalam negeri lainnya maupun juga dengan mahasiswa dari luar negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/radumta.wordpress.com/68/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/radumta.wordpress.com/68/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=68&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/09/13/orientasi-mahasiswa-stmik-mikroskil-20082009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Apa Anda Kuliah?</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/09/01/untuk-apa-anda-kuliah/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/09/01/untuk-apa-anda-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 13:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah.]]></category>
		<category><![CDATA[Masiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Wisuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Di sekiling kampus, kita harus dihadapkan dengan lingkungan dengan berbagai macam atribut dan strata sosial yang bisa saja mendukung serta menghancurkan studi kita di kampus yang kita cintai, banyak alternatif yang menggoda, yang bisa saja membuat kita terbuai dan terpesona untuk menikmatinya. Tapi hal itu tidak lah menjadi masalah yang cukup menganggu kelangsungan studi kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=58&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Di sekiling kampus, kita harus dihadapkan dengan lingkungan dengan berbagai macam atribut dan strata sosial yang bisa saja mendukung serta menghancurkan studi kita di kampus yang kita cintai, banyak alternatif yang menggoda, yang bisa saja membuat kita terbuai dan terpesona untuk menikmatinya. Tapi hal itu tidak lah menjadi masalah yang cukup menganggu kelangsungan studi kita di kampus tercinta, jika kita sikapi dengan pemikiran yang positif. Iya, kan?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tapi kadang yang datang menjadi masalah adalah dari teman kampus yang sedang terkena efek dari semua itu, Drop Out, dan mulai berubah pikiran. Stress tidak ada teman sependeritaan membuatnya, bertindak aktraktif dengan mempengaruhi sekelilingnya. Dulunya berpikiran positif berganti dengan pemiikiran negatif yang  begitu neyeleh ingin tahu apa maksud sebenarnya kita kuliah. Dengan bertanya, &#8220;Untuk apa kamu kuliah lagi, toh kamu sudah bisa menulis dan membaca dan sudah pintar berhitung&#8221; Pertanyaan yang menjengkelkan bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Ya pertanyaan yang sengaja dilontarkan untuk mempengaruhi pemikiran kita, jika kita menjawabnya, bahwa kita kuliah adalah untuk main-main saja, maka dia akan tertawa dengan girang-girangnya. Karena itulah yang diinginkannya. Mengesalkan bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kadang saja pertanyaan itu bisa membuat kita marah dan hendar jungkir balik untuk menjawabnya. Dan pertanyaan itu pernah terdengar begitu nyaring di telinga saya, tidak langusung saya tanggapi, saya hanya bisa tersenyum dan berbangga diri, ternyata ada juga yang peduli sama studi<em> gue.</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya hanya bisa terdiam sejenak dan dengan suara lantang saya berkata, &#8220;Pintar membaca dan menulis serta mahir berhitung tidak mengajari saya menggoncang dunia ini dan hal itu masih kurang di dalam mewujudkan misi saya mengubah dunia ini. Itulah tujuan utama saya untuk kuliah dan karena itulah makanya saya bersedia menuntut ilmu lebih tinggi lagi dengan sungguh-sungguh&#8221;. Jawaban yang membuat dia termangut-mangut saja, tanpa banyak komentar lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Itu adalah jawaban saya dan mungkin jawaban anda akan lain. Bisa saja anda menjawab bahwa kuliah itu adalah untuk mendapatkan gelar semata sebagai bekal mencari kerja nanti, mengikuti apa kata orang tua, sebagai sarana untuk menambah pengetahuan dan wawasan serta berbagai jawaban lainnya. Jawaban yang tidak bisa disalahkan, benar bukan?.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tapi sesungguhnya saat ini, kebanyakan mahasiswa kehilangan tujuan di dalam menggeluti dunia perkuliahan. Kata tanya &#8220;apa yang kamu dapatkan dengan kuliah ini?&#8221; hampir lenyap dari asa, dan jika ada itu hanya benih kerdil saja yang tidak bisa tumbuh sempurna.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebanyakan saat ini para mahasiswa memasuki tahap pembelajaran baru setelah tamat dari SMA dan menggeluti dunia kampus, hanya  karena perasaan iri bersandingkan kemunafikan. Para mahasiswa tidak lagi belajar untuk menambah ilmu, mengatasi kemelaratan hidup, kemiskinan dan ketertinggalan. Tapi kuliah adalah karena keangkuhan dan gengsi yang telah merasuki pemikirannya dan membanggakan diri dengan status mahasiswa serta jaket almamater yang di dapatkannya. Itu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/radumta.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/radumta.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=58&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/09/01/untuk-apa-anda-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dosenku Cantik</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/08/31/dosenku-cantik/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/08/31/dosenku-cantik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 11:22:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Selain senyuman manis yang mampu menggetarkan dunia dan seluruh isinya, memiliki dua bola mata yang cukup jeli dan tanggap adalah pujian yang sering dilontarkan gadis-gadis di kampus kepadaku, diantara pujian-pujian lainnya. Pujian yang melambungkan aku “tinggi ke awan-awan”, membuat sikapku, menuntun penampilanku untuk tampil beda dan semenarik mungkin, tentunya supaya para cewek di kampus terkesima [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=43&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Selain senyuman manis yang mampu menggetarkan dunia dan seluruh isinya, memiliki dua bola mata yang cukup jeli dan tanggap adalah pujian yang sering dilontarkan gadis-gadis di kampus kepadaku, diantara pujian-pujian lainnya. Pujian yang melambungkan aku “tinggi ke awan-awan”, membuat sikapku, menuntun penampilanku untuk tampil beda dan semenarik mungkin, tentunya supaya para cewek di kampus terkesima akan tampang wahku yang cukup menggoda.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi aku kadang harus pening juga dengan kedua mata yang cukup jeli ini, ternyata susah juga untuk diajak kompromi. Tidak hanya haus mengulik paras imut-ayu serba baru, harus kuakui juga ke dua bola mata ini susah bangat untuk terbuka, saat jam berdiri tegang dan tegap di atas dinding. Susahnya minta ampun untuk bisa bangun pagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kejadian yang cukup menyebalkan setiap harinya, seperti pagi yang cerah ini, aku harus terlambat masuk kelas karena bangun kesiangan. Untungnya sampai di kampus, kelas dimulai baru lima menit berlalu. Entah siapa dosen yang mengajar belum kutahu pasti seperti apa rautnya. Hanya sesampai di depan pintu, kutaruh jari telunjuk di bibirku, sebagai bahasa isyarat. Akupun menyusup masuk dengan perlahan-lahan dengan kaki dijinjit, untungnya di depan masih tersisa dua bangku kosong dan dosen yang mengajar pun sedang sibuk-sibuknya menulis bahan kuliah hari ini. Kuhempaskan pantatku perlahan-lahan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Syukur Alahamdullillah…Aku gak ketahuan” pikirku cemas sambil mengeluarkan buku dari tas kuliahku, akupun mulai mencatat nama dosen yang terpampang jelas di <em>white board</em>. “Oh…Bu Tiur namanya?” ucapku pelan.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dua menit telah berlalu, tanpa sedikit pun bu dosen acuh dengan hadirku. Sebenarnya aku mengharapkan bu dosen untuk segera berpaling. Lalu tiba-tiba saja si Indra menyelutuk kuat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Woi si anak kampung dah datang <em>euy</em>…!!!” pekik Indra girang dengan suara menggelegar keras bak petir di siang bolong, seakan sigap menyambar dan membelah bumi, begitu si Jaultop tiba di ambang pintu, berniat masuk dengan menyusup seperti yang kulakukan tadi, tanpa harus mengetuk pintu dan permisi masuk dari Bu Dosen.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Teriakan yang cukup hebat, membuat seisi ruangan tersentak, terkejut kaget, tak terkecuali Ibu Tiur, dosen muda dari fakultas lain, yang hari ini masuk di kelas kami, yang dari tadi asyik “bermain-main” dengan spidol yang terjepit erat di kedua jari tangannya. Tidak jelas bagaimana ekspresi wajahnya mendengar suara “guruh” tadi. Karena tubuhnya yang mungil dan langsing semampai itu masih menghadap <em>white board </em>yang terpampang besar di hadapannya. Hanya, sejurus kemudian terdengar bunyi irama yang tidak asing lagi di telingaku, bisa kupastikan dosenku ini dulunya pasti pernah ikut pramuka.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Trap…trap…tak…” bunyi hentakan sepatu haknya yang hitam cemerlang memecah keheningan. Seakan mengikuti aba-aba “balik kanan grak…” dari pimpinan upacara waktu SMA dulu. Bu Tiur membalikkan badannya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Siapa…itu tadi?” ucapnya lantang dan tegas, dengan mata membelalak tajam, menoleh ke seluruh penjuru ruangan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Indra Bu…!!!” bersenandung lirih paduan suara anak-anak serempak dan kompak, dengan nada yang <em>komplit</em>, tak ketinggalan si Jaultop pun ikut menyeringai.<em> Ha</em>…<em>Ha</em>…Hanya saja, bisa kupastikan suara tersebut terdengung dari mulut 33 orang kawan-kawanku.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“<em>Lha</em>…dimana dua lagi suara emas khas yang selalu bersenandung cerdas?”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Hi</em>…<em>hi</em>…Yang pastinya Indra tidak akan angkat bicara untuk mengatakan bahwa itu adalah perbuatannya. Dan satu orang lagi yang tak menyahut itu adalah aku yang tidak mengacuhkan perkataannya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sejak berbalik tadi, aku hanya bisa terkesiap menahan detakan jantung yang berdebar cepat. Mataku langsung terpana memandang kecantikan parasnya untu pertama kalinya. Hidung mancung dan simpul bibir yang cukup seksi memberi nuansa tersendiri dengan bentuk wajah oval berpalungkan dagu misterius, membuatku terkesima.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Alis lebat dengan bulu mata lentik menggoda, tak mampu menaklukkan keperkasaan dua bola mata bundar melotot tajam hendak menerkam mangsa, menjadi nilai plus keanggunannya. Dan itu semakin indah dengan paras merah merona, menahan emosi karena kelakar renyah si Indra tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Wow&#8230;&#8221; decak kagum yang tertahan di kerongkongan ketika mataku mulai menikmati pemandangan indah akan lehernya yang jenjang.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sebentar lagi, tinggal 1 cm, tinggal 1 cm lagi aku akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa&#8230;&#8221; pikirku girang hendak menelusup lebih rendah lagi, lagi dan&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hei&#8230;kamu !!! Apa yang kamu perhatikan?&#8221; suara tegas yang membuyarkan lamunku dengan mata terbelalak fokus satu titik dari tadi. Aku terkejut kalut, darah mengalir cepat, membuat jantung tak lagi bekerja normal, membuatku terperangah seketika.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Anu, anu&#8230;Ibu?&#8221; sahutku terbata-bata hendak berterus terang.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa&#8230;?&#8221; sergapnya langsung.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Anu Bu&#8230;eh maaf Bu, dari tadi aku melamun Bu. Membayangkan gerakan indah serta ujuran lancar presenter Choky Sitohang, yang sangat memukau itu lho. Aduh&#8230;heubatnya. Aku ingin sekali seperti dia&#8221; mataku menggeliat kilat, cepat merayap ke langit-langit, seakan membayangkan apa yang terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Itu yang kulamunkan lho, Bu!&#8221; dengan senyum manis dan pasti kulontarkan cerita rekaan, pembelaan perbuatanku yang kurang ajar tadi. He&#8230;he&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Oh, begitu ya?&#8221; jawabnya menimpali dengan mimik cerah dan mata berbinar tidak sebaliknyam, seperti yang apa aku bayangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ibu kirain kamu lagi&#8230;?&#8221; kilahnya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Lagi ngapain bu&#8230;?cegahku mantap, seakan mencari jawaban  lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ada dech&#8230;&#8221; rahasia umum dalam hati aku melanjutkan perkataannya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dengan sebuah senyum manis dan tersipu malu, Bu Tiur, dosen yang bahenol memalingkan wajahnya, lalu buka bicara lagi, meneruskan masalah Indra, yang sempat terhenti karena ulahku tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ah&#8230;&#8221; dalam hati aku berguman lega, mencoba melupakan kejadiaan barusan. Tapi wajah cantik Bu Tiur  kembali menyelusup ke dalam angan. Membuat aku terbayang-bayang. Seandainya saja&#8230;seandainya saja&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Huh&#8230;&#8221; indahnya memiliki mata yang mampu berkelana jauh, seringaiku lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;">***</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/radumta.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/radumta.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=43&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/08/31/dosenku-cantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enaknya Menyandang Status Mahasiswa</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/08/30/enaknya-menyandang-status-mahasiswa/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/08/30/enaknya-menyandang-status-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 10:38:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah.]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[

Saya sangat salut dan hanya mampu mengatakan “Anda adalah kawan yang cukup beruntung,” jika anda yang membaca tulisan ini sudah mendapatkan status tersebut. “Sejujurnya, berbahagialah kawan”, akan jaket almamater yang telah membaluti tubuhmu dan kartu tanda mahasiswa yang tak pernah lepas dari dompetmu. Karena saya yakin kedua benda itu akan menaikkan martabat dan menjungjung reputasimu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=39&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="entry" style="text-align:justify;">
<div class="snap_preview">
<blockquote><p>Saya sangat salut dan hanya mampu mengatakan “Anda adalah kawan yang cukup beruntung,” jika anda yang membaca tulisan ini sudah mendapatkan status tersebut. “Sejujurnya, berbahagialah kawan”, akan jaket almamater yang telah membaluti tubuhmu dan kartu tanda mahasiswa yang tak pernah lepas dari dompetmu. Karena saya yakin kedua benda itu akan menaikkan martabat dan menjungjung reputasimu, dengan berbagai kemudahan dibaliknya. Di dalam persahabatan dan percintaan anda akan selalu di idam-idamkan, di keluarga anda akan selalu diagung-agungkan, di masyarakat anda akan selalu disanjung, di negara ini anda selalu dinomor-satukan. “Menyenangkan bukan ?”</p>
<p><strong>Mendapatkan <em>passive income </em>tiap bulannya</strong></p>
<p>Jika ditulisan lain dibahas bahwa menyandang status mahasiswa sangan mengasyikkan adalah karena mendapatkan <em>passive income </em>tiap bulannya, maka di tulisan ini akan beda meskipun hampir sama. <em>Weleh…weleh.</em>..</p>
<p>Sadar tidak sadar, jika anda adalah anak rantau yang berasal dari negeri “jauh di mata”, banyak sekali perbedaan yang jauh mengenakkan yang anda dapatkan dibandingkan dengan sesama mahasiswa yang sudah berdomisili di daerah yang kini telah anda “diami”. Apalagi jika dibandingkan si anak-kawan kita tadi- yang kini sedang bersusah payah membanting tulang hampir 12 jam perharinya untuk mencari nafkah, berangkat pagi pulang petang adalah “santapan lezatnya” setiap hari.</p>
<p>Tidak seperti kita ini, bangun tidur, ke kampus, ke mall, pulang ke rumah, nongkrong di warkop, lalu pulang ke rumah dan tidur kembali, tidak perlu bersusah payah dan keringatan, malahan kita mendapat gaji rutin tiap bulannya yang dikirim oleh orang tua kita. “Uang dadakan” yang selalu kita tunggu-tunggu di awal bulan, cek dan cek lagi di ATM terdekat, sampai terdengar kata “ces”, uang sudah di tangan, kita akan melompat kegirangan dengan wajah berseri-seri sambil bersiul kita berlalu. Membuat kita terlupa dan tidak pernah sekalipun bertanya. “Uang ini dari mana datangnya, ya? Adakah kawan…?”</p>
<p><strong>Sosok yang Diidam-idamkan di dalam Percintaan</strong></p>
<p>“Hanya Petugas Seks Komersial (PSK) saja yang tidak mengharapkan umbaran cinta serta rayuan gombal dari seorang mahasiswa. Semakin si mahasiswa mendekat maka dengan secepat itupula PSK akan menjauh. Tanya kenapa?”</p>
<p>“Tampang yang lebih dengan wajah yang wah layaknya model supertstar bukanlah faktor utama yang membuat seseorang sukses di dalam percintaan. Karena semua hal itu, akan mentok di tengah jalan, di gerbang tol permualan kisah asmara kita, membuat motor cinta yang kita tumpangi harus berhenti sejenak, membuat anda-si pengemudi- harus mencari jalan alternatif lain, yang jauh lebih panjang dari sebelumnya, akibatnya bensin dan waktu terbuang percuma.”</p>
<p>Analogi dari hal yang sering di alami “si kawan”, setidaknya saat tahap pendekatan (pdkt) dengan seorang cowok ataupun cewek yang berlabel “anak kampus”. Tapi jika pdkt dengan “ayam kampus” saya kurang tahu.</p>
<p>Lain halnya dengan kita yang telah memiliki “nomor id”,  0809XXX, dengan <em>username </em>mahasiswa adalah sebuah mastercard yang membuat semuanya jauh lebih mudah dengan akses tanpa batas serta bebas roaming nasional, tidak ada kata lagi di luar jangkauan untuk mendapatkan seorang gadis ataupun pria yang ada di seantero dunia ini, yang kelak akan kita nikahi dan kita gagahi tentunya.</p>
<p>“Tapi semua itu, kembali juga bagaimana kita mempergunakan akses tersebut dengan cermat. Betul bukan…?”</p></blockquote>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/radumta.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/radumta.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=39&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/08/30/enaknya-menyandang-status-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tapi Tidak Semua Orang Mendapatkannya</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/08/30/tapi-tidak-semua-orang-mendapatkannya/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/08/30/tapi-tidak-semua-orang-mendapatkannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 10:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Perguruan Tinggi Negeri (PTN)]]></category>
		<category><![CDATA[Perguruan Tinggi Swasta (PTS)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Tapi harus disayangkan juga, beribu-ribu orang di luaran sana yang memiliki citai-cita mulia, yang mengharapkan dunia kampus sebagai wadah menempah ilmu yang sesungguhnya, harus mengubur harapan tersebut dalam-dalam. Yang mungkin saja kini telah tinggal angan-angan belaka. Hal yang tidak bisa dipungkiri lagi, gejolah zaman yang terus menukik tajam, turut serta membuat biaya pendidikan mahal adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=37&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Tapi harus disayangkan juga, beribu-ribu orang di luaran sana yang memiliki citai-cita mulia, yang mengharapkan dunia kampus sebagai wadah menempah ilmu yang sesungguhnya, harus mengubur harapan tersebut dalam-dalam. Yang mungkin saja kini telah tinggal angan-angan belaka. Hal yang tidak bisa dipungkiri lagi, gejolah zaman yang terus menukik tajam, turut serta membuat biaya pendidikan mahal adalah faktor utama yang “mencekik leher” para orang tua, sehingga kadang mereka enggan untuk menyekolahkan anaknya tinggi-tinggi.</div>
<p style="text-align:justify;">“Harus masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) !!! Kalau ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ? Kami tidak sanggup dan bagusan tidak usah !!! Kamu cari kerja dulu, Nak !!!” Vonis keras orang tua ketika si anak berkeinginan “baja” untuk tetap melanjut. “Harus ke PTN” kata yang terus terngiang di telinga, sebuah motivasi hebat yang membuat si anak belajar giat “setengah mampus” agar kelak bisa lulus Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). SPMB sudah belarlalu, saatnya menantikan nama terpampang jelas di koran untuk pertama kalinya. Dengan jantung yang berdegup kencang, lembar pertama diteliti dengan cermat, “tidak ada”,  lalu lembar berikutnya diamati lebih detail lagi.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p style="text-align:justify;">Namun sampai lembar terakhir hanya nama “anak orang” yang tertulis di sana. Kejadian tragis yang membuat si anak frustasi dan merenung sendiri serta menutup diri sepanjang hari. Menyalahkan diri sendiri yang tidak mampu menjawab soal dengan sempurna karena kehabisan waktu, menyalahkan orang tua yang tidak memiliki biaya untuk “mengirimkannya” ke bimbingan belajar bahkan mengutuki kehidupan ini yang tidak memberikan kemudahan di dalam memperebutkan satu kursi di PTN pilihan.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p style="text-align:justify;">Hal yang wajar, di hari pertama dan hari kedua untuk meratapi perjuangan keras yang belum membuahkan hasil. Tapi yang pastinya vonis dari orang tua masih berlaku, si anak pun dengan patuh menjalaninya. Sudah saatnya memang, si anak yang kurang beruntung, berangkat bukan lagi untuk duduk “sejajar” di kursi idaman dengan mahasiswa lainnya di kampus biru bermodalkan pena serta buku tulis, belajar di sekolah formal.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, si anak harus “berdiri tertunduk” di bawah tatapan tajam sang supervisor, mengandalkan tulang yang mulai terkikis habis dan keringat yang bercucuran deras sebagai pertahanan sempurna menghadapi pelajaran keras sekolah kehidupan ini.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p style="text-align:justify;">“Alangkah menyedihkannya…”</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/radumta.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/radumta.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=37&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/08/30/tapi-tidak-semua-orang-mendapatkannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa Sich Yang Gak Mau Jadi Mahasiswa</title>
		<link>http://radumta.wordpress.com/2008/08/30/siapa-sich-yang-gak-mau-jadi-mahasiswa/</link>
		<comments>http://radumta.wordpress.com/2008/08/30/siapa-sich-yang-gak-mau-jadi-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 07:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radumta Sitepu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah.]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radumta.wordpress.com/2008/08/30/siapa-sich-yang-gak-mau-jadi-mahasiswa/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Maunya setelah lulus SMA nanti, aku harus melanjut ke bangku kuliah, menimba ilmu lebih dalam serta menambah wawasan ke jenjang pendidikan lebih tinggi lagi.&#8221; Mungkin dulu, itu adalah impian kita yang cukup menggebu-gebu sekaligus juga angan-angan kebanyakan orang di luar sana, yang mengidam-idamkan status menjadi seorang mahasiswa.
Membayangkan alangkah indahnya kampus yang luas, bertemu dengan orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=11&subd=radumta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">&#8220;Maunya setelah lulus SMA nanti, aku harus melanjut ke bangku kuliah, menimba ilmu lebih dalam serta menambah wawasan ke jenjang pendidikan lebih tinggi lagi.&#8221; Mungkin dulu, itu adalah impian kita yang cukup menggebu-gebu sekaligus juga angan-angan kebanyakan orang di luar sana, yang mengidam-idamkan status menjadi seorang mahasiswa.</p>
<p>Membayangkan alangkah indahnya kampus yang luas, bertemu dengan orang-orang pintar, mendengar ceramah dari Pak dosen dan Ibu dosen dengan tampang yang cool dan canti habis, duduk bebas sesuka hati dengan gadis pilihan tanpa ada yang keberatan. &#8220;oh&#8230;alangkah indahnya, tiap hari belajar tanpa seragam yang membosankan.&#8221; Mungkin itu adalah pemikiran kita dulu, seakan merasakan semua atribut tersebut adalah status yang cukup mengasyikkan sekali. Hm&#8230;,</p>
<p>Hal yang tidak bisa disangkal lagi. Memang benar sekali, terdaftar menjadi seorang pelajar di perguruan tinggi, merupakan status yang cukup menyenangkan untuk dinikmati, apalagi selagi usia belum terlampau ujur. Tidak hanya mendapatkan wawasan serta ilmu yang lebih tinggi sebagai bekal di masa depan, di kampus biru, kita juga memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan serta mengasah bakat dan kepribadian diri lewat organisasi ataupun kegiatan kemahasiswaan yang menjamur di setiap sendi kehidupan kampus, yang bisa saja kita masuki secara rangkap.</p>
<p>Ada unit kegiatan olah raga yang mungkin bisa mengantarkan kita menjadi seorang atlet ternama, unit kegiatan kesenian yang mungkin saja mampu mengantarkan kita menjadi seorang seniman tersehor, ada unit kegiatan khusus seperti Pers Mahasiswa, Satmenwa, Unit Kesehatan, Pramuka yang mampu meningkatkan keahlian serta mendidik mental kita dan ada juga unit kerohanian yang akan meningkatkan spritual kita.</p>
<p>Selain itu ada juga organisasi yang mampu mengajari kita sebagai penjelajah ulung, pembicara sukses sampai pelaku aksi bakar-bakaran yang amat ditakuti kebanyakan orang. Dan masih banyak lagi organisasi lainnya yang pantas digeluti untuk menuntaskan birahi para kawula muda dengan eksis berkomunitas ataupun berorganisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Mau Kan&#8230;?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tapi Tidak Semua Orang Mendapatkan Kesempatan Menyandang Status Mahasiswa </strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<div style="text-align:justify;">Tapi harus disayangkan juga, beribu-ribu orang di luaran sana yang memiliki citai-cita mulia, yang mengharapkan dunia kampus sebagai wadah menempah ilmu yang sesungguhnya, harus mengubur harapan tersebut dalam-dalam. Yang mungkin saja kini telah tinggal angan-angan belaka. Hal yang tidak bisa dipungkiri lagi, gejolah zaman yang terus menukik tajam, turut serta membuat biaya pendidikan mahal adalah faktor utama yang “mencekik leher” para orang tua, sehingga kadang mereka enggan untuk menyekolahkan anaknya tinggi-tinggi.</div>
</p>
<p style="text-align:justify;">“Harus masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) !!! Kalau ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ? Kami tidak sanggup dan bagusan tidak usah !!! Kamu cari kerja dulu, Nak !!!” Vonis keras orang tua ketika si anak berkeinginan “baja” untuk tetap melanjut. “Harus ke PTN” kata yang terus terngiang di telinga, sebuah motivasi hebat yang membuat si anak belajar giat “setengah mampus” agar kelak bisa lulus Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). SPMB sudah belarlalu, saatnya menantikan nama terpampang jelas di koran untuk pertama kalinya. Dengan jantung yang berdegup kencang, lembar pertama diteliti dengan cermat, “tidak ada”,  lalu lembar berikutnya diamati lebih detail lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun sampai lembar terakhir hanya nama “anak orang” yang tertulis di sana. Kejadian tragis yang membuat si anak frustasi dan merenung sendiri serta menutup diri sepanjang hari. Menyalahkan diri sendiri yang tidak mampu menjawab soal dengan sempurna karena kehabisan waktu, menyalahkan orang tua yang tidak memiliki biaya untuk “mengirimkannya” ke bimbingan belajar bahkan mengutuki kehidupan ini yang tidak memberikan kemudahan di dalam memperebutkan satu kursi di PTN pilihan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal yang wajar, di hari pertama dan hari kedua untuk meratapi perjuangan keras yang belum membuahkan hasil. Tapi yang pastinya vonis dari orang tua masih berlaku, si anak pun dengan patuh menjalaninya. Sudah saatnya memang, si anak yang kurang beruntung, berangkat bukan lagi untuk duduk “sejajar” di kursi idaman dengan mahasiswa lainnya di kampus biru bermodalkan pena serta buku tulis, belajar di sekolah formal.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, si anak harus “berdiri tertunduk” di bawah tatapan tajam sang supervisor, mengandalkan tulang yang mulai terkikis habis dan keringat yang bercucuran deras sebagai pertahanan sempurna menghadapi pelajaran keras sekolah kehidupan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">“Alangkah menyedihkannya…”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Enaknya Menyandang Status Mahasiswa</strong></p>
<p>Saya sangat salut dan hanya mampu mengatakan “Anda adalah kawan yang cukup beruntung,” jika anda yang membaca tulisan ini sudah mendapatkan status tersebut. “Sejujurnya, berbahagialah kawan”, akan jaket almamater yang telah membaluti tubuhmu dan kartu tanda mahasiswa yang tak pernah lepas dari dompetmu. Karena saya yakin kedua benda itu akan menaikkan martabat dan menjungjung reputasimu, dengan berbagai kemudahan dibaliknya. Di dalam persahabatan dan percintaan anda akan selalu di idam-idamkan, di keluarga anda akan selalu diagung-agungkan, di masyarakat anda akan selalu disanjung, di negara ini anda selalu dinomor-satukan. “Menyenangkan bukan ?”</p>
<p><strong>Mendapatkan <em>passive income </em>tiap bulannya</strong></p>
<p>Jika ditulisan lain dibahas bahwa menyandang status mahasiswa sangan mengasyikkan adalah karena mendapatkan <em>passive income </em>tiap bulannya, maka di tulisan ini akan beda meskipun hampir sama. <em>Weleh…weleh.</em>..</p>
<p>Sadar tidak sadar, jika anda adalah anak rantau yang berasal dari negeri “jauh di mata”, banyak sekali perbedaan yang jauh mengenakkan yang anda dapatkan dibandingkan dengan sesama mahasiswa yang sudah berdomisili di daerah yang kini telah anda “diami”. Apalagi jika dibandingkan si anak-kawan kita tadi- yang kini sedang bersusah payah membanting tulang hampir 12 jam perharinya untuk mencari nafkah, berangkat pagi pulang petang adalah “santapan lezatnya” setiap hari.</p>
<p>Tidak seperti kita ini, bangun tidur, ke kampus, ke mall, pulang ke rumah, nongkrong di warkop, lalu pulang ke rumah dan tidur kembali, tidak perlu bersusah payah dan keringatan, malahan kita mendapat gaji rutin tiap bulannya yang dikirim oleh orang tua kita. “Uang dadakan” yang selalu kita tunggu-tunggu di awal bulan, cek dan cek lagi di ATM terdekat, sampai terdengar kata “ces”, uang sudah di tangan, kita akan melompat kegirangan dengan wajah berseri-seri sambil bersiul kita berlalu. Membuat kita terlupa dan tidak pernah sekalipun bertanya. “Uang ini dari mana datangnya, ya? Adakah kawan…?”</p>
<p><strong>Sosok yang Diidam-idamkan di dalam Percintaan</strong></p>
<p>“Hanya Petugas Seks Komersial (PSK) saja yang tidak mengharapkan umbaran cinta serta rayuan gombal dari seorang mahasiswa. Semakin si mahasiswa mendekat maka dengan secepat itupula PSK akan menjauh. Tanya kenapa?”</p>
<p>“Tampang yang lebih dengan wajah yang wah layaknya model supertstar bukanlah faktor utama yang membuat seseorang sukses di dalam percintaan. Karena semua hal itu, akan mentok di tengah jalan, di gerbang tol permualan kisah asmara kita, membuat motor cinta yang kita tumpangi harus berhenti sejenak, membuat anda-si pengemudi- harus mencari jalan alternatif lain, yang jauh lebih panjang dari sebelumnya, akibatnya bensin dan waktu terbuang percuma.”</p>
<p>Analogi dari hal yang sering di alami “si kawan”, setidaknya saat tahap pendekatan (pdkt) dengan seorang cowok ataupun cewek yang berlabel “anak kampus”. Tapi jika pdkt dengan “ayam kampus” saya kurang tahu.</p>
<p>Lain halnya dengan kita yang telah memiliki “nomor id”,  0809XXX, dengan <em>username </em>mahasiswa adalah sebuah mastercard yang membuat semuanya jauh lebih mudah dengan akses tanpa batas serta bebas roaming nasional, tidak ada kata lagi di luar jangkauan untuk mendapatkan seorang gadis ataupun pria yang ada di seantero dunia ini, yang kelak akan kita nikahi dan kita gagahi tentunya.</p>
<p>“Tapi semua itu, kembali juga bagaimana kita mempergunakan akses tersebut dengan cermat. Betul bukan…?”</p></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/radumta.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/radumta.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/radumta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/radumta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/radumta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/radumta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/radumta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/radumta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/radumta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/radumta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/radumta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/radumta.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=radumta.wordpress.com&blog=4243108&post=11&subd=radumta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radumta.wordpress.com/2008/08/30/siapa-sich-yang-gak-mau-jadi-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Radumta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>