Aku bukanlah aku saat ini, yang kini telah kembali hadir ditengah-tengahmu sekalian, datang dengan segala kesantunan yang mengalir di dalam rohku Menyambut jabat tanganmu dengan keriangan penuh, seakan embun pagi menajalari saraf-saraf wajahku, melempar senyuman manis yang menggoda disertai seuntaian lelucon renyah, yang membakar gelora di dalam lubuk hatimu.
Membuat auramu tersipu-sipu malu, melawan gejolak bathinmu yang mulai tidak kuasa menahan detakan perasaan yang timbul hendak memiliki diriku seutuhnya.
Bukan…bukan, itu bukanlah diriku yang silam.
Dulu, beberapa tahun yang lalu, hanya kata-kata murka yang keluar dari desisan bibirku yang beradu sinis. Memaksa lidahmu ngilu, sampai meracuni air liurmu sampai kelu. Seakan menyiksa kedua belah rahangmu sampai terdengar derik keras. Seakan hendak memompa mulutmu untuk menumpahkan ludahmu di wajah hitam garangku.